CIRI ORANG YANG HIDUPNYA DIPENUHI OLEH ROH KUDUS

Home / Weekly Message / CIRI ORANG YANG HIDUPNYA DIPENUHI OLEH ROH KUDUS
CIRI  ORANG  YANG  HIDUPNYA  DIPENUHI  OLEH   ROH  KUDUS

18 Juni 2017

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus
(Efesus 5:18-21)

Orang percaya tidak akan mampu melewati masa-masa sukar di akhir jaman ini, seperti yang sudah dituliskan di dalam Alkitab di dalam 2 Timotius 3:1-7 dan masa kesesakan besar dalam Matius 24 kalau tidak hidup dipimpin Roh Kudus.
Jika kita mau mempunyai hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita harus menerima baptisan Roh Kudus agar mengalami kepenuhan Roh Kudus.
Kita sudah belajar tentang perbedaan antara :
1. The Indwelling of The Holy Spirit yaitu setelah kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi, maka Roh Kudus berdiam di dalam kita.
2. The Infilling of The Holy Spirit yaitu kita mengalami kepenuhan Roh Kudus setelah menerima baptisan Roh Kudus. Being filled with the Spirit itu bukanlah one time event, tetapi secara terus menerus (continuous) sepanjang hidup kita, a lifelong experience. Tujuannya agar hidup kita dapat dipimpin oleh Roh Kudus; untuk dapat menyembah Allah di dalam roh dan kebenaran, menghasilkan karakter Kristus (berbuah-buah Roh), melayani dan bersaksi secara efektif secara supernatural serta selalu berkemenangan.

Rasul Paulus menasehati jemaat di Efesus agar hidup mereka dipenuhi oleh Roh Kudus dan bukan oleh anggur yang menimbulkan hawa nafsu kedagingan yang penuh dengan kecemaran dan menghasilkan kehidupan yang berdosa serta berujung kebinasaan.
Kemabukan dan pesta pora adalah hal yang sering dilakukan oleh para penyembah berhala. Dari situ bermunculan segala jenis hawa nafsu duniawi, rupa-rupa kedagingan termasuk percabulan. Kemabukan merupakan dosa yang sangat jarang berjalan sendiri, tetapi akan membawa orang yang bersangkutan dan orang lain masuk ke dalam berbagai jenis dosa yang lain pula. Orang-orang yang penuh dengan rupa-rupa kedagingan tersebut pastilah tidak akan mungkin dapat dipenuhi oleh Roh Kudus. Itu adalah dua kemauan yang sangat bertentangan (Galatia 5:17-22).
Daripada mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk menjadi mabuk oleh anggur, Rasul Paulus menasihati supaya mereka mempunyai keinginan yang menggebu-gebu untuk penuh dengan Roh Kudus. Paulus menasehati mereka untuk mengambil langkah ekstrim karena keinginan Roh sangat bertolak belakang dengan keinginan daging.
Jaman akhir ini dikatakan sebagai hari-hari yang jahat ini karena iblis tahu waktunya semakin singkat. Dia semakin gencar dengan segala upayanya berusaha menyeret manusia terutama anak-anak Tuhan untuk jatuh dan ikut bersama dia ke neraka. Itu sebabnya kita harus sungguh sadar dan berjaga-jaga di masa seperti apa kita hidup sekarang ini, jangan lagi hidup suam-suam kuku dan senantiasa dipenuhi Roh Kudus.

Alkitab mencatat ada beberapa ciri orang yang hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus. Hati yang penuh dengan mazmur, kidung pujian dan nyanyian rohani (Efesus 5:19).

Ini bukan berbicara mengenai menyanyi dari daftar lagu-lagu rohani walaupun memang kita perlu hal tersebut untuk menaikkan pujian dalam ibadah secara bersama-sama. Tetapi yang dimaksud adalah hati kita akan selalu dipenuhi oleh damai sejahtera dan sukacita yang merupakan karya Roh Kudus sehingga sebagai akibatnya kita menaikkan pujian dan pengagungan kepada Tuhan dengan segenap hati yang tulus, selalu mengingat kebaikan dan karya-Nya dalam hidup kita, selalu kembali kepada kasih yang mula-mula. Mazmur dan kidung pujian juga sebagai bentuk deklarasi yang membangun dan menimbulkan iman percaya, sebagai doa dan ucapan syukur serta penyembahan kepada Allah.

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17).

Damai sejahtera surga itu akan timbul sejalan dengan kebenaran dan bukan ditentukan dengan keadaan atau perasaan (mood). Pribadi Roh Kudus adalah Comforter (Counselor, Helper, Intercessor, Advocate, Strengthener, Standby) yang akan berkarya dalam kita termasuk di dalam pergumulan dan kesesakan yang kita alami. Keadaan tidak menentukan iman kita tetapi iman kita yang akan mengatasi keadaan karena Roh Kudus memampukan kita untuk cakap menaggung segala perkara sehingga kita selalu berkemenangan.

Hati yang selalu bersyukur (Efesus 5:20).

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6).

Hati yang penuh dengan ucapan syukur dalam segala hal adalah karya Roh Kudus dalam hidup kita karena itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kita. Ada kuasa dalam ucapan syukur. Ini sejalan dengan poin nomor 1, damai sejahtera dan sukacita surgawi yang Tuhan Yesus berikan akan selalu menghasilkan hati yang mengucap syukur dalam segala perkara. Kita bukan mengucap syukur untuk masalahnya tetapi mengucap syukur karena mengenal siapa Tuhan kita dan siapa kita di dalam Dia, Allah Yang Maha Kuasa, sumber segala-galanya; kepastian pengharapan dalam setiap janji-Nya adalah ya dan amin. Dia adalah Bapa kita, berada di pihak kita, mengasihi kita.

3. Merendahkan diri seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus (Efesus 5:21).
.. hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.
Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Filipi 2:2-5).

Hanya dalam persekutuan Roh lah terdapat kasih persaudaraan yang tulus, belas kasihan, saling membangun dan menopang satu sama lain. Tidak ada ruang untuk sebuah ke-egoisan di dalamnya. Jika firman Allah diam dengan segala kekayaan hikmatnya di antara kita saudara seiman, artinya jika kita semua penuh dengan firman dalam segala kekayaan hikmat dan pewahyuannya, maka kita dapat dengan segala hikmat saling mengajar dan saling menasehati dengan hati yang selalu dipenuhi rasa syukur dan pujian kepada Tuhan dan semakin giat melakukannya menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali.

PENUTUP

Di hari minggu perayaan Farther’s Day ini, kita kembali diingatkan bahwa hidup orang percaya dipelihara dalam seluruh kekuatan kasih karunia oleh Allah BAPA.
Bapa telah menebus dan mengampuni kita melalui karya keselamatan Putera-Nya Tuhan Yesus Kristus; Bapa berkehendak, berdaulat penuh dan bertanggung jawab atas seluruh hidup kita. Bapa melindungi, menyediakan semua yang kita perlukan, mendidik serta mendewasakan kita.
Allah Bapa telah mencurahkan seluruh berkat rohani di dalam Yesus Kristus, dan Roh Kudus sebagai jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya untuk memuji kemuliaan-Nya, Amen.

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah BAPA, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kita semua.

Happy Father’s Day

Other posts in Weekly Message: