BENIH PALSU DI ANTARA BENIH SEJATI

Home / Weekly Message / BENIH PALSU DI ANTARA BENIH SEJATI
BENIH PALSU DI ANTARA BENIH SEJATI

23 April 2017

Bacaan Alkitab : Matius 13:24-30, 36-43
Pada suatu kali, Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang ba-nyak semuanya berdiri di pantai. Tuhan Yesus mengucapkan banyak hal dalam bentuk perumpamaan kepada mereka; dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka (Matius 13:34). Ada hal menarik yang mungkin luput dari perhatian kita setiap kali membaca perikop ini. Bahwa Tuhan Yesus meninggalkan orang banyak itu lalu pulang (Matius 13:36). Mengapa Tuhan Yesus meninggalkan mereka lalu pulang? Karena tidak satupun dari orang banyak itu berniat untuk mengetahui lebih jauh tentang pengajaran Yesus, tidak satupun dari mereka yang bertanya walaupun semua pengajaran Tuhan Yesus berupa perumpamaan, tidak satupun dari mereka yang haus dan lapar akan kebenaran. Hanya murid-murid-Nya yang datang kepada Yesus dan meminta penjelasan tentang berbagai perumpamaan itu. Karunia untuk mengetahui Kerajaan Sorga ternyata hanya diberikan kepada orang yang mau menjadi murid saja. Tuhan tidak pernah memaksa, kalau kita tidak mau menjadi murid-Nya dan tidak merasa perlu lebih dalam mengenal firman kebenaran dan Pribadi-Nya, maka Dia akan berlalu. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan (Matius 5:6). Mintalah anugerah Tuhan untuk memberikan kita rasa haus dan lapar akan kebenaran. Mintalah maka akan diberikan, cari-lah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan. Sekarang mari minta anugerah untuk diberikan telinga seorang murid dalam mempelajari hal perumpamaan lalang di antara gandum.

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan.
Yang dimaksudkan Tuhan Yesus tentang benih kali ini bukanlah firman Allah tetapi anak-anak Kerajaan; karena hanya orang yang dipimpin Roh Kudus yang disebut anak Allah (Roma 8:14), hidup di bawah pemerintahan Allah dan menjadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja dalam hidupnya. Anak-anak Kerajaan adalah sebagai benih sejati (gandum) yang ditaburkan Tuhan Yesus ke dalam dunia (ladang) di mana nantinya hidupnya akan berbuah dan mengalami pelipatgandaan sehingga Kerajaan Allah semakin diperlebar melalui kehidupan dan pelayanan mereka dan nama Bapa dipermuliakan (Mat. 5:16).

Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia (Yohanes 17: 15,16, 18).
Untuk dapat mengalami pertumbuhan maka benih tersebut harus lebih dulu di tanam dalam tanah, kulit benihnya harus terkelupas dan hancur. Anak-anak Kerajaan (sebagai benih sejati) hidupnya harus mengalami kehancuran (yaitu kematian kedagingan dan rela mati karena iman kepada Yesus Kristus) agar dapat bertumbuh dan berbuah serta mengalami pelipatgandaan. Kita hanya dapat bertumbuh dan berbuah serta menjadi saksi hanya kalau Roh Kudus yang menguasai dan memimpin hidup kita, tidak ada cara lain.

Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis.
Lalang (benih palsu) yang dimaksud di sini adalah “Gandum palsu=false wheat” the bearded darnel (Lolium temulentum) – bentuknya sangat mirip sekali dengan gandum (wheat) tapi tidak akan terlihat bedanya sama sekali, darnel itu mengandung racun. Ke duanya hanya dapat dibedakan pada saat berbuah di mana sifat asli lalang baru akan muncul. Itu sebabnya hamba-hamba si penabur sangat kaget ketika menemukan ada lalang ikut tumbuh di antara gandum pada saat ke duanya mulai berbuah, karena mereka tidak dapat membedakannya di tahap awal.

Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
Lalang itu ditaburkan oleh si jahat (iblis) pada saat semua orang tertidur. Adakah kita sebagai gereja yang tertidur secara rohani dan tidak sedang berjaga-jaga? Berhati-hatilah, karena di saat itu iblis akan menaburkan benih palsu yang sangat mirip dengan yang asli tetapi beracun dan mematikan.
Dalam perumpamaan ini, lalang tersebut tidak berada dari semula bersama dengan gandum di ladang. Gandum ditaburkan terlebih dahulu. Jadi, ladang yang dimaksudkan Tuhan adalah suatu tempat di mana gandum dan lalang hidup dan tumbuh bersama-sama. Jika lalang diumpamakan sebagai orang yang tidak percaya Kristus, maka sebenarnya orang seperti itu sudah ada hidup di dalam dunia (ladang) jauh sebelum Tuhan Yesus mengutus anak-anak Kerajaan (menaburkan benih gandum). Tapi yang benar dalam perumpamaan ini adalah gandum yang terlebih dahulu ditaburkan di ladang, baru kemudian musuh menaburkan lalang. Jelasnya, lalang yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang mengaku percaya kepada Kristus tetapi menyesatkan, tidak hidup dipimpin Roh Kudus. Mereka ada bersama-sama dengan anak-anak Kerajaan yang sejati, bertumbuh bersama, tetapi karakter aslinya hanya akan muncul di fase berbuah. Pohon akan dikenal dari buahnya (Mat. 12:33). Lalang adalah seperti orang yang masuk perjamuan kawin tetapi tidak mengenakan pakaian pesta lalu dicampakkan ke luar oleh tuan rumah.

Lalang adalah perusak dan penghambat pertumbuhan. Lalang ini memuliakan Tuhan hanya dengan bibirnya tetapi hatinya menjauh, kelihatan dari luar beribadah kepada Allah tetapi memungkiri kekuatan ibadah iu sendiri. Bahkan mereka bisa saja orang yang sepertinya berhikmat, pandai mengajar; penuh urapan untuk bernubuat, mengusir setan, me-ngadakan banyak muzijat demi nama Tuhan tetapi sebenarnya tidak melakukan kehendak Bapa di sorga. Dan Tuhan Yesus menggelari mereka sebagai pembuat kejahatan, pengajar palsu, nabi palsu yang menyamar se-perti domba tapi sesungguhnya adalah serigala yang buas (Mat. 7:15-23). Hanya iman yang mau tunduk dan melakukan kehendak Allah yang akan hidup kekal dan bukan iman yang melakukan perbuatan muzijat saja. Hendaklah tiap orang menguji dirinya sendiri.

Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.
Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Lalang dan gandum tumbuh di tanah yang sama, mungkin saja dengan akar yang saling melilit sehingga mencabut lalang akan ikut mencabut gandum pula. Manusia akan cenderung berpikir untuk segera menyingkirkan semua yang bisa merusak tetapi pikiran Allah lebih superior. Lalang dan gandum diijinkan hidup berdampingan tetapi akhir dari ke duanya adalah suatu kepastian yang keadaannya berbeda sama sekali. Pada waktu itu (pada kairos Tuhan/waktu pengakiman), para malaikat Tuhan diperintahkan untuk memisahkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Yang bertugas mencabut lalang tersebut bukanlah hamba-hamba yang menabur benih itu, melainkan yang bertugas mencabut lalang adalah penuai yaitu malaikat Tuhan.
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

PENUTUP
Tuhan mengenal milik kepunyaan-Nya. Akan ada perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah (yang sejati) dengan orang yang tidak beribadah. Kesabaran Tuhan menuntun kita kepada pertobatan, jangan sia-siakan kasih karunia yang demikian berharga.
Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: “TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya (Maleaki 3:16-18).

Other posts in Weekly Message: