2018 The year of NEW BEGINNINGS

Home / Weekly Message / 2018 The year of NEW BEGINNINGS
2018 The year of NEW BEGINNINGS

7 January 2018

“Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu” (Kisah Rasul 3:21).
“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”
1 Tesalonika 5:23
Kita memasuki tahun 2018, TAHUN PERMULAAN yang baru. Menurut perhitungan kalender bangsa Yahudi sejak tanggal 22 September 2017 kita sudah memasuki tahun baru 5778.
Angka 8 = Chet, menurut angka Yahudi itu adalah angka yang pertama dan berbicara tentang “New Beginning”. Bukan suatu kebetulan Israel merdeka tahun 1948 dan 70 tahun kemudian Yerusalem di pulihkan. Angka 7 adalah angka sempurna, jadi kalau bangsa Israel masuk pembuangan di Babel selama 70 tahun dan kemudian mengalami pemulihan dimana mereka boleh kembali sejak pemerintahan raja Koresy. Saat ini tahun permulaan yang baru, president Trump menyerukan pemulihan bagi Yerusalem dan Israel.
Pada waktu murid-murid bertanya, “Bilamanakah Engkau akan memulihkan kerajaan bagi Israel?” JawabNya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan sendiri menurut kuasaNya.” Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan sampai ke ujung bumi.” Kisah Rasul 1:6-8.
Ada 3 tanda harus terjadi barulah Yesus datang kembali. Kisah Rasul 3:21, “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu”. Kita tahu bahwa kita berada di akhir dari akhir jaman. Tanda pertama yang sedang digenapi adalah Yerusalem dipulihkan. Yerusalem secara geografis adalah kota Yerusalem. Secara rohani adalah pribadi dan keluarga harus mengalami pemulihan. Lukas 1:16-17.
Kebanyakan dari kita sudah menjadi orang Kristen cukup lama dan menerima keselamatan, tetapi jiwanya masih belum sepenuhnya dipulihkan sehingga jiwanya masih berorientasi pada dunia dan kedagingan.
Kita mau perangi keduniawian yang ada dalam jiwa kita, sehingga jiwa kita sejalan dengan roh. Karena daging lemah, oleh sebab itu daging harus dikendalikan, jika tidak suatu hari nanti akan jatuh. Kalau kita mempunyai gaya hidup seperti waktu kita belum bertobat maka kita belum mengalami pemulihan pribadi.
Karena itu di dalam 2 Petrus 1:5-7 dikatakan, hendaklah kamu menambahkan imanmu hal-hal tersebut, tambahkan perkara-perkara rohani di dalam jiwa, kalau kita tidak lakukan hal ini maka akibatnya kita tidak bisa menjadi orang Kristen yang berkemenangan.
Kalau kita tidak mengembangkan manusia rohani kita, maka kita akan menjadi orang Kristen yang agamawi dan tidak lahir baru, hanya ikut adat tradisi. Yang Tuhan kehendaki adalah kita harus lahir kembali. You must be born again! Become a spiritual man/woman.
Orang yang sudah bertobat itu maksudnya sudah berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan duniawi (selain makan, minum dan tidur), dan segala bentuk kedagingan itu harus dihentikan, dan kita mempunyai kerinduan untuk memuji dan menyembah Tuhan; kita buat doa, pujian dan penyembahan menjadi gaya hidup (lifestyle).
Dalam Matius 13, Tuhan Yesus menjelaskan tentang seorang penabur, kalau kita menerima taburan benih firman Tuhan di dalam ibadah, apa yang terjadi dengan benih yang kita dengar itu? Apakah itu kita dengar dan lupakan atau itu tertanam dalam hati kita?
Mat 13:9-17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”“Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari pada-nya…..Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Apakah kita termasuk orang yang mendengar tetapi tidak mendengar dan tidak mengerti? Apa yang membuat kita lupa dan tidak bisa melihat dengan cara pandang ilahi, seperti ada selaput yang menutupi mata kita:
a. Kesombongan (Pride); membuat kita lupa dan merasa tidak perlu melakukan apa-apa demi keselamatan kita. Tuhan membenci orang sombong.
b. Sakit hati, tidak mengampuni, kepahitan.
Tanda kedua yang sedang digenapi adalah tubuh Kristus disatukan karena semua orang Kristen harus hidup dipimpin Roh Kudus. Sangat menyedihkan kalau ada orang mengaku orang Kristen tetapi belum mengalami kelahiran baru, mungkin orang ini senang kalau disuruh doa jam sekian dan berapa kali sehari tetapi tidak mengerti tentang lahir baru, semua peraturan diikuti tetapi di dalam hatinya tidak ada ketaatan, itu adalah roh agamawi. Kita adalah anak-anak Allah dan sudah dimerdekakan dari segala bentuk perbudakan, termasuk roh agamawi.
Kita adalah gereja yang dipimpin Roh Kudus, kita harus lahir baru. Kalau kita sudah dimerdekakan dari roh agamawi tersebut, kita akan peka dengan suara Roh Kudus dan berdoa serta meruntuhkan benteng-benteng dan peka melakukan itu. Tetapi kalau roh dan jiwa kita tidak dipulihkan maka tidak bisa unity karena kedagingan akan mementingkan diri sendiri dan dosa tidak bisa disatukan dengan Roh Kudus.
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku ~Yoh 17:20-23

Tuhan mau kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus serta berjalan di dalam Roh. Pertama ijinkan Roh Kudus memulihkan Perspective (Cara Pandang).
Setiap manusia mempunyai cara pandang yang berbeda, mengapa? Karena itu dipengaruhi oleh pengalaman di masa lalu dan pengetahuan yang dimilikinya. Kalau cara pandang tidak dipengaruhi oleh firman Tuhan maka kita akan melihat dengan cara pandang dunia. Dalam Bilangan 13: 17-20, saat Musa mengirim 12 orang pengintai. Orang Israel telah melihat mujizat demi mujizat dari Tuhan dan dari 12 orang pengintai yang dikirim bersama-sama tetapi 10 orang mengatakan tidak bisa mengalahkan bangsa itu karena banyak raksasa, akibatnya mereka tidak memasuki tanah perjanjian. Tetapi mengapa hanya Yosua dan Kaleb yang mengatakan bahwa mereka pasti bisa mengalahkan bangsa itu? Karena mereka mempunyai cara pandang yang berbeda sekalipun sudah melihat mujizat yang Tuhan kerjakan di hadapan mereka.
Banyak orang hidup lalai dan tidak bisa membedakan apa yang harus dipertahankan. Isi hari-hari kita ini bukan menunggu masalah datang tetapi persiapkan diri menghadapi masalah yang akan datang karena tanda ketiga yaitu AntiKristus datang.
Kalau kita sudah dipimpin oleh Roh Kudus dan percaya maka tidak usah takut lagi karena kita bersandar kepada Tuhan yang hidup. Orang yang penuh iman harus disertai dengan pertobatan dari segala hal yang tidak benar agar kita semakin kuat dan kokoh, jangan ada ilah-ilah lain dalam jiwa kita dan hanya Tuhan yang kita sembah. Tuhan mau jiwa kita baik/prosper, kita semua harus hidup dipimpin oleh Roh Kudus
2 Kor 3:3-6, Pelayan-pelayan Perjanjian Baru.
“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”
ayat 16-18, “Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung, dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
Bil 14:11-12, “TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka.” Kalau kita masih tinggal dalam kedagingan dan keduniawian, itu sama dengan menyakiti hati Tuhan, atau berkerja sama dengan roh antikristus.
Dalam Yesaya 60, dikatakan bahwa dunia itu ditutupi oleh kegelapan tetapi terang Tuhan terbit atasmu, sebagai gereja Tuhan hari- hari ini adalah hari kemuliaan gereja Tuhan. Karena di mana ada kegelapan di situ terang semakin terang, tetapi ada gereja yang tidak memiliki terang karena tidak hidup, dan kita bisa melihat gereja itu hidup atau tidak, dilihat dari akarnya. Kalau pohon bercokol di suatu tempat tetapi tidak berbuah, itu bisa berarti pohon plastik atau akarnya tidak sehat dan tidak dalam tertanam.
Di mana suatu daerah meninggikan Tuhan, maka Tuhan akan memberkati kota tersebut, tetapi kalau di suatu daerah sudah menolak Tuhan, maka daerah itu akan me-ngalami kemerosotan. Dalam sejarah Amerika sejak mencabut doa, alkitab dan menurunkan sepuluh perintah Allah dari tempat public maka terjadi kemerosotan yang luar biasa, kemerosotan moral, sosial, ekonomi, dstnya, dan kalau ini tidak dipulihkan maka akan terus merosot
Dalam Alkitab dikatakan dunia ini akan mengalami Great Tribulation, tetapi gereja Tuhan akan diluputkan dari itu semua. Sebelum semuanya itu terjadi akan banyak penganiayaan terjadi dengan bentuk yang berbeda-beda, antikristus muncul namun pemulihan Gereja yang bersatu akan keluar sebagai pemenang. Hari-hari ini kita akan diuji, akan ada penampian antara gandum dan lalang sebagai salah satu tanda akhir zaman.
1 Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”
Kita harus perhatikan apa yang sedang terjadi dengan bangsa Israel, pemulihan Yerusalem. Kemudian Gereja akan bergerak dengan kuasa Roh Kudus dan me-ngalahkan pengaruh dunia & kegelapan. Setelah pengangkatan gereja maka akan terjadi great tribulation di dunia ini dan kemudian semua orang akan dihakimi, semua kitab akan dibuka, kalau namamu tidak ada di sana maka engkau akan masuk ke neraka, tetapi kalau namamu tercatat dalam buku kehidupan maka engkau akan masuk Sorga.
1 Korintus 1:9-10, “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.”
1 Korintus 4:1-2, “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.”
Demikian kitapun harus menjadi orang yang dapat dipercaya dengan rahasia Allah, terus mengajarkan kepada semua orang untuk berjaga-jaga dan Injil Kerajaan ini terus diberitakan ke semua bangsa, maka kita akan berbuah-buah banyak, yaitu: Buah pertobatan nyata dalam gaya hidup kita, semua kehidupan dosa lama ditanggalkan. Lalu buah jiwa-jiwa, dengan membawa jiwa kepada Tuhan dan akhirnya berbuah Roh Kudus, ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Amin. (JL)

Other posts in Weekly Message: