PERSEMBAHAN BUAH SULUNG

Home / Weekly Message / PERSEMBAHAN BUAH SULUNG
PERSEMBAHAN BUAH SULUNG

22 Januari 2017

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” (Amsal 3:9-10)
Salah satu pesan TUHAN melalui Gembala Jemaat Induk adalah bahwa di tengah goncangan yang semakin dahsyat kedepan ini, salah satunya adalah kita harus dengan benar mempersembahkan persembahan buah sulung.

A. MENGAPA KITA MEMBERIKAN PERSEMBAHAN BUAH SULUNG?
1. Memberikan Persembahan Buah Sulung berarti Menghormati TUHAN Dengan Yang Pertama Dan Terbaik!
“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,..” (Amsal 3:9).
Dengan memberikan persembahan buah sulung berarti kita memuliakan TUHAN dengan harta kita. Di dalam Maleakhi 1:13-14, TUHAN menyatakan bahwa nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa kita takut akan Dia. Takut akan Allah yang diekspresikan dengan pemberian yang terbaik dan akan membuat kita bertemu dengan kelimpahan dari TUHAN seperti yang dialami Abraham di Kejadian 22:11-18.

2. Meneladani BAPA Dan Tokoh-tokoh Iman Dalam Alkitab
Memberikan yang pertama dan terbaik (buah sulung) juga merupakan teladan dari ALLAH BAPA. BAPA telah memberikan yang terbaik, yang paling berharga yaitu YESUS KRISTUS kepada kita (1 Korintus 15:20). Untuk alasan itulah Yesus turun ke dunia menjadi manusia.
Beberapa tokoh iman di Alkitab yang memberikan persembahan berdasarkan prinsip buah sulung adalah:
•Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4).
•Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22).
•Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini adalah satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26).

3. Kapan Kita Memberikan Persembahan Buah Sulung?
Ada yang beranggapan buah sulung hanya diberikan satu kali saat kita mendapat penghasilan pertama saat memulai usaha atau pekerjaan yang baru. Namun dalam Nehemia 10:35 dikatakan:
“Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon.”
Persembahan buah sulung kita bawa SETIAP TAHUN. Dengan demikian buat kita sekarang ini, buah sulung adalah seluruh penghasilan kita yang pertama setiap tahunnya, dengan kata lain buah sulung adalah seluruh penghasilan pertama di bulan Januari yang akan kita persembahkan di bulan Februari setiap tahunnya.

B. TIPS-TIPS PRAKTIS UNTUK DAPAT MEMPRAKTEKKAN MEMBERI PERSEMBAHAN BUAH SULUNG:
1. Bulatkan tekad untuk taat melakukan perintah TUHAN memberikan persembahan buah sulung.
2. Setiap akhir tahun biasanya kita yang bekerja menerima bonus, THR Natal atau gaji ke-13, jangan dihabiskan! Tapi sisihkan untuk memenuhi keperluan/kebutuhan kita di bulan Januari. Sehingga seluruh penghasilan di bulan Januari dapat kita simpan untuk dipersembahkan sebagai buah sulung.
3. Jauhkan keraguan dan lawan setiap ‘godaan’ yang mencoba menggagalkan kita untuk memberikan buah sulung.
4. Lakukan dengan segenap hati, percaya akan janji penyertaan TUHAN serta ucapan syukur. DIA akan memelihara, memberkati, menumbuhkan, menambahkan dan memperluas sampai ke kapasitas yang sangat besar, karena Dia adalah Allah yang memberi pertambahan (Mazmur 115:14).

C. DAMPAK DARI MEMBERIKAN PERSEMBAHAN BUAH SULUNG:
1. Mengalami Berkat TUHAN Yang Berlimpah-limpah
“…maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
(Amsal 3:9-10)
Ini adalah janji TUHAN, bukan perkataan manusia atau Pendeta. TUHAN tidak lalai menepati janji-Nya, mereka yang memberikan persembahan buah sulung pasti mengalami kelimpahan berkat seperti yang dijanjikan-Nya. Kita tidak akan pernah mengalami kekurangan!

2. Rumah Tangga Dan Anak Cucunya Diberkati TUHAN
“…supaya rumah-rumahmu mendapat berkat.” (Yehezkiel 44:30)
Dalam bahasa aslinya (Ibrani) kata “rumah” bukan hanya memiliki makna rumah dalam arti tempat tinggal, tetapi juga rumah tangga dan keturunan. Bagi mereka yang taat memberikan persembahan buah sulung, kita bukan hanya menerima berkat secara materi semata, melainkan juga berkat atas rumah tangga, yang lebih luar biasa lagi, bukan hanya kita yang diberkati tapi sampai anak cucu kita diberkati oleh TUHAN.

3. Naik Ke Level Iman Yang Lebih Tinggi
Memberikan persembahan dengan jumlah seperti yang biasa kita berikan mungkin tidak terasa berat, tetapi mempersembahkan seluruh penghasilan kita selama satu bulan dibutuhkan level iman yang lebih lagi untuk percaya dan mempercayakan hidup kepada TUHAN. Ketika kita lulus dalam ujian ketaatan ini, kita sedang memasuki dimensi yang baru dalam iman dan akan menerima pengurapan dari TUHAN berlimpah-limpah.

4. Mematahkan Roh Cinta Akan Uang
“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24 bandingkan Lukas 16:13).
Uang adalah saingan utama TUHAN di dalam hati/hidup manusia! Dengan berani melangkah mempersembahkan buah sulung, dengan demikian kita sedang mematahkan roh cinta akan uang.
Ketika kita dengan penuh iman berani melangkah ke tempat yang lebih dalam dengan mempersembahkan buah sulung, kita akan melihat terobosan-terobosan terjadi di dalam kehidupan kita. Amin!

Other posts in Weekly Message: