PERINTAH UNTUK BERJAGA-JAGA ( bagian 1 )

Home / Weekly Message / PERINTAH UNTUK BERJAGA-JAGA ( bagian 1 )

4 Desember 2016

“Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”(Matius 24:38-39)

Saat ini kita berada di akhir dari akhir jaman, tanda-tanda telah nyata keadaan akan semakin sulit sebelum Tuhan mengangkat gerejaNya. Tentunya tidak ada seorangpun dari kita yang ingin tertinggal saat Pengangkatan Gereja (1 Tes. 4:17). Tidak ada yang tahu kapan ke-datangan Tuhan Yesus kali yang ke-2 seperti tertulis dalam Matius 24:36. Untuk itu, Tuhan Yesus memerintahkan Gereja Nya untuk berjaga-jaga senantiasa.

Berikut adalah hal-hal yang sangat perlu kita perhatikan, renungkan dan lakukan untuk berjaga-jaga :
1. Waspada terhadap ‘ragi’ orang Farisi dan orang Herodes (Matius 16:6; Markus 8:15).
Istilah ‘ragi’ itu melambangkan suatu ketidakmurnian (Kel. 13:7), kemunafikan (Lukas 12:1), kecemaran, kejahatan. – Ragi orang Farisi merujuk kepada “self-righteous” pembenaran diri melalui kegiatan agamawi mereka; yang mengesampingkan perintah Allah yang murni dan benar. Mereka membuat peraturan manusia yang berisi adat, kebiasaan dan tradisi mereka lebih penting daripada belas kasihan dan kebenaran sesuai dengan firman dan kehendak Tuhan demi memuaskan nafsu jahat mereka.

– Ragi Herodes adalah sama dengan ragi orang Saduki; di mana firman Tuhan diselaraskan dengan sekularisme dan keduniawian, gagasan manusia, yang bersifat humanistik (kemanusiawian). Ragi Herodes akan menyebabkan gereja menentang Kristus dan Firman-Nya.
* Yang harus diwaspadai gereja Tuhan adalah orang-orang atau ajaran yang tampaknya berbasis Firman Injil kebenaran, tetapi sebenarnya tidak sama sekali. Ajaran tersebut banyak berkompromi dengan dosa, dengan hikmat dunia yang dikuasai oleh si jahat ataupun hikmat manusia. Mereka disebut guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran sesat; yang memutarbalikkan Injil demi kemuliaan dan kemakmuran diri mereka. Ajaran tersebut biasanya hanya menawarkan prosperity/berkat kemakmuran tetapi tidak menuntun gereja Tuhan untuk hidup dalam pertobatan dan rela menderita bagi Injil Kristus (2 Tim. 4:3-4). Ke mana pun guru-guru palsu dan ajaran sesat ini menyebar awalnya tampak kecil atau sedikit, tetapi dampaknya akan meluas (seperti sifat ragi : sedikit tapi akan mengkhamirkan seluruh adonan).
* Untuk itu, setiap anak Tuhan harus terus penuh dengan Roh Kudus dan Firman; agar tidak disesatkan oleh guru-guru palsu dan ajaran sesat yang akan berdampak kepada kehilangan keselamatan.

2. Bertekun dalam iman dan pengharapan yang kuat berdasarkan kasih (baca 1 Tes. 5:6-11).
– Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tetap sadar dan waspada sebelum hari Tuhan, bersiap secara rohani dan jiwa yang kudus dan murni seperti seorang perawan; agar hari Tuhan tidak datang seperti seorang pencuri dan supaya terluput dari murka Tuhan (Wahyu 3:10-11,18).
* Melatih roh, jiwa dan tubuh untuk beribadah, suatu penguasaan diri yang tidak pernah berhenti dalam menanti kedatangan Tuhan. Saling menasehati, membangun, jangan menjauhkan diri dari pertemuan ibadah agar jangan timbul akar pahit.
* Relakan hati kita untuk terus menerus dibentuk oleh Tuhan dan senantiasa hidup dalam pertobatan (Wahyu 3:19). Kalau ada kecemaran dan dosa sekecil apapun dalam hidup kita, cepat pemberesan dengan Tuhan : mengaku, minta ampun, bertobat dengan sungguh, terus mengerjakan keselamatan.
* Terus naik level dalam ketaatan, penyangkalan diri-pikul salib, dalam kedewasaan rohani, roh yang excellent, dalam mengasihi Tuhan dan sesama. Jangan kembali kepada cara pikir dan kebiasaan hidup yang lama. Setiap hari menjadi manusia baru yang terus menerus disempurnakan semakin serupa gambaranNya (Roma 12:1-2; Kolose 3:5-10). Perhatikan pakaian kita yaitu pakaian kekudusan (Wahyu 16:15).
* Perhatikanlah tentang perumpamaan 5 gadis bijaksana yang senantiasa membawa pelita (selalu penuh dengan firman Tuhan) dan memiliki cadangan persediaan minyak (hidup selalu kepenuhan dan dipimpin oleh Roh Kudus) dalam Matius 25 : 1-13.
* Kenakanlah senantiasa seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:10-17). Jangan sampai Tuhan menyerahkan kita kepada kedegilan kita sendiri karena kekerasan hati kita tidak mau bertobat, kemalasan dan sikap meremehkan (Efesus 4:17-20; Wahyu 22:11).

3. Penguasaan diri dan bertekun dalam doa (1 Petrus 4:7).
* Sebagai mempelai Kristus harus jaga kekudusan dan waspada terhadap banyak hal yang hendak membuat kita menyimpang sehingga keluar dari keselamatan. Iblis dan sifat kedagingan kita akan terus menerus mencoba mengalihkan kita dari kehidupan dan kuasa doa; berjaga-jaga dalam doa supaya kita tidak jatuh dalam pencobaan karena roh penurut tapi daging lemah. Doa adalah nafas hidup dan kunci kemenangan orang percaya.
* Disiplinkan diri kita untuk bertekun dalam doa, dalam keadaan apapun (Roma 12:12).
* Berdoa setiap waktu di dalam Roh, juga terus menerus berdoa untuk segala orang Kudus (Efesus 6:18).
* Untuk beroleh kekuatan untuk luput dari kesesakan besar (Lukas 21:36; Mazmur 91).

4. Waspada terhadap segala bentuk ketamakan, pesta pora, kepentingan duniawi (Lukas 12:15; Lukas 21:34).
* Jaga hati dengan segala kewaspadaan agar jangan sampai sikap tamak/self centered menguasai. Karena hidup manusia tidak tergantung pada kekayaan yang dimilikinya.
* Nafsu kedagingan untuk menjadi kaya merupakan kebodohan seseorang pada waktu mereka hidup, dan kesengsaraan mereka pada waktu mereka mati (1 Tim. 6:9-10) karena menyimpang dari iman. Kehendak Tuhan agar kita Menjadi kaya di hadapan Allah (1 Tim. 6:17-19).
Camkanlah : Tubuh Kristus adalah orang-orang percaya yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Tetapi tidak semua orang percaya memilih untuk menjadi Mempelai Kristus (The Bride of Christ, The Remnant Church).
Hanya Mempelai Kristus lah yang akan diangkat dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Tetapi untuk menjadi Mempelai Kristus, ada harga yang harus dibayar, ada bagian yang harus kita lakukan yaitu berjaga-jaga.

5. Tanggung jawab untuk melipatgandakan karunia dan talenta yang Tuhan sudah percayakan.
Injil Matius pasal 24 menuliskan tentang percakapan Tuhan Yesus dengan murid-muridNya secara tersendiri di bukit, bagaimana tanda-tanda akhir jaman dan kedatangan Tuhan yang ke dua kali. Salah satu nasihat Tuhan untuk para murid dalam hal berjaga-jaga ialah Dia memaparkan dengan perumpamaan tentang seorang tuan yang akan bepergian jauh lalu mempercayakan hartanya kepada para hambanya. Bagaimanakah yang disebut hamba yang setia dan hamba yang jahat di mata tuannya.

Tuan itu adalah Kristus, yang adalah Pemilik dan Penguasa mutlak dan sah atas semua orang dan harta benda, dan secara istimewa atas jemaat-Nya. Segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan bagi Dialah kemuliaan.
Hamba-hamba itu adalah orang-orang yang telah ditebus dengan Darah Tuhan Yesus, dikuduskan, dipelihara, diperlengkapi dalam pekerjaan-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Tuan mereka mempercayakan hartanya kepada mereka. Setelah memberi perintah untuk bekerja (Tuhan tidak akan membiarkan seorang hamba pun menganggur), Ia meninggalkan sesuatu untuk mereka kerjakan.

Kita semua memiliki dan menerima segala sesuatu dari Dia, karena sebenarnya kita sendiri tidak mempunyai arti apa-apa, dan juga tidak memiliki apa-apa yang dapat dikatakan sebagai milik kita sendiri selain dosa dan kelemahan.

Karunia dan talenta yang Tuhan percayakan dimaksudkan untuk memampukan kita bekerja, diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain. Kita hanyalah para pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (1 Pet.4:10). Talenta dapat berbicara mengenai waktu, fasiltas, pekerjaan, pelayanan, kesempatan/promosi, kesehatan, hubungan, usaha, karunia, pengetahuan dan hikmat, ketrampilan, bakat, dsb serta berkat-berkat rohani.
Bersambung…

Other posts in Weekly Message: