KUATKAN DAN TEGUHKANLAH HATIMU KARENA TUHAN MAU MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA

Home / Weekly Message / KUATKAN DAN TEGUHKANLAH HATIMU KARENA TUHAN MAU MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA
KUATKAN DAN TEGUHKANLAH HATIMU KARENA TUHAN MAU MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA

8 Januari 2017

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, ..” (Ulangan 31:6a)
“Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah taut dan janganlah patah hati” (Ulangan 31:8)

Tahun 2017 yang baru saja kita masuki adalah Tahun Mukjijat Penuaian jiwa-jiwa. Tentu saja tantangan selalu ada dan bukannya semakin ringan diban-ding tahun sebelumnya; tantangan yang akan menguji iman kita di tahun 2017 ini akan semakin berat. Bagi orang yang memutuskan untuk selalu terus berlindung di dalam kuasa Tuhan dan mengandalkan-Nya, maka hal ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang dapat membuat takut atau tawar hati bahkan berhenti berharap. Tapi justru di sinilah kesempatan kita melihat bahwa Tuhan Allah yang kita sebut Maha Kuasa, Allah yang dahsyat dan perkasa itu mendemonstrasikan kemahakuasaan, kedahsyatan dan kemuliaan-Nya. Karena kita adalah bangsa pilihan, umat kepunyaan Allah, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar Nya (1 Pet.2:9).

Diperlukan sikap waspada dan berjaga-jaga akan apa yang sedang terjadi di dalam diri dan disekeliling hidup kita, gereja, kota, negara bahkan bangsa-bangsa dan dunia. Di dalam berjaga-jaga kita akan selalu siap untuk berespon dengan benar karena kita tidak berdiri dalam pengertian dan kekuatan kita sendiri, tetapi di dalam kekuatan kuasa firman dan Roh Kudus-Nya. Orang benar harus hidup karena iman percaya dan bukan karena melihat. Yang tidak terlihat adalah lebih nyata dan bersifat kekal, lebih penting untuk diperhatikan daripada yang terlihat. Iman yang mengalahkan tantangan dan dunia adalah iman yang berdasarkan firman kebenaran dalam pimpinan Roh Kudus.
Dalam renungan kali ini, kita mau belajar dari seorang raja Yehuda, yang memilih untuk berespon dengan benar dan tepat sehingga ia mendapat kasih karunia melihat kuasa kemuliaan Tuhan dinyatakan. Raja tersebut bernama Yosafat yang kisah kemenangannya dapat kita baca di 2 Tawarikh 20.
Ketika raja Yosafat mendapat serangan yang besar dari tiga pasukan sekaligus, dia memutuskan untuk mencari Tuhan dan menyerukan kepada seluruh rakyat yang dipimpinnya untuk merendahkan diri dengan berpuasa. Raja Yosafat tidak mengandalkan kekuatan dan strategi militernya untuk menghadapi serangan musuh yang besar. Respon seperti ini tidaklah di dapat dalam sekejap, tetapi kalau kita membaca kisahnya dalam pasal-pasal sebelumnya, maka kita akan mengetahui bahwa raja Yosafat mempunyai keintiman dan pengenalan akan Allah ayahnya karena dia hidup mengikuti jejak iman ayahnya yaitu raja Asa.

Dengan tabah hati Yosafat hidup menuruti perintah-perintah Allah dan tidak mau menajiskan dirinya untuk ikut terjun dalam dosa-dosa yang dibuat oleh raja-raja Israel. Bahkan sebagai pemimpin, dia ingin rakyat yang dipimpinnya juga taat kepada Allah yang disembah oleh Daud, nenek moyangnya; dengan cara mengutus orang-orang Lewi untuk mengajarkan Taurat Tuhan kepada rakyat Yehuda. Tuhan mengokohkan kerajaannya sehingga dia menjadi sa-ngat kaya dan sangat terhormat. Sayangnya, ketika dia berada di puncak karirnya, dia menjadi besan Ahab, seorang raja Israel yang jahat. Tindakannya yang kompromi ini membuat Yehu, seorang pelihat, menegurnya dan Yosafat pun bertobat serta kembali kepada sikap hati yang benar di hadapan Tuhan.
Kembali kepada kisah mengenai penyerangan dari tiga laskar yang besar, setelah memutuskan mencari Tuhan dan merendahkan diri di hadapan-Nya beserta dengan rakyat Yehuda, maka Yosafat meminta pertolongan Tuhan melalui seruan doa di rumah Tuhan (tempat di mana dahulu Salomo dan bangsa Israel juga mengikat perjanjian dengan Allah); di mana mata Allah selalu tertuju kepada rumah yang atasnya Nama-Nya diserukan.

Kemenangan yang diberikan Allah kepada Yosafat dan seluruh Yehuda dilandaskan atas dasar kebenaran yang berikut ini :
1. Mengakui bahwa Allah berkuasa dan perkasa, yang memerintah dan memegang kendali atas segala -galanya dan tidak ada apapun yang dapat bertahan melawan Dia (ayat 6);
2. Menyatakan bahwa Allah dari dahulu bersikap konsisten, telah membuktikan kesetiaan-Nya lewat penggenapan janji kepada umat pilihan-Nya (ayat 7-8);
3. Mengangkat kembali perjanjian yang pernah diikrarkan oleh raja Salomo dalam 2 Tawarikh 6:28-30 dan 2 Tawarikh 7:13-15 yaitu mengenai janji Tuhan bahwa apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, lalu seseorang atau segenap umat Israel memanjatkan doa dan permohonan di rumah Tuhan dengan menadahkan tangannya; maka Tuhan mendengar dari sorga (ayat 9);
4. Mencurahkan isi hati bangsa ini ke hadapan Tuhan dan memohon agar Allah mengingat ketaatan Israel sebelumnya demi kemurahan hati Allah sendiri (ayat 10-11);
5. Mengakui bahwa mereka sangat tidak berdaya tanpa Tuhan sehingga mata mereka sungguh tertuju hanya kepada Allah, sebagai satu-satunya Penyelamat (ayat 12);
6. Jawaban (firman) Allah melalui Roh Kudus untuk jangan takut dan Allah-lah yang berperang untuk mereka merupakan dasar yang kuat bagi iman yang diikuti dengan ketaatan (ayat 14-17, 20);
7. Mengucapkan syukur dan memuji-muji Allah Israel (ayat 18-19);
8. Kemenangan hanya diraih dengan ketaatan dan dalam pujian dan penyembahan (ayat 20-24);
9. Kemenangan diikuti a greater blessings and promotion dari Tuhan, di mana musuh terpukul kalah (ayat 22-24), mereka memperoleh jarahan dari musuh-musuhnya (ayat 25), bahkan kegentaran yang dari Tuhan meliputi semua kerajaan negeri-negeri lain yang tidak ikut menyerang Yehuda (ayat 29), Allah mengaruniakan keamanan kepada Yosafat dan kerajaan Yehuda (ayat 30).

Dari pelajaran di atas dengan kacamata iman kita bisa melihat tantangan sebenarnya adalah cara yang dipakai Tuhan untuk menyatakan Diri-Nya sendiri melalui kuasa kemuliaan, keperkasaan, kesetiaan, kebaikan, kekudusan-Nya baik kepada kita umat pilihan maupun kepada pihak musuh-musuh kita. Tetapi pastikan kita terlebih dulu membereskan diri dan hidup kita di hadapan Tuhan– seperti Yosafat yang merespon teguran Tuhan dengan segera bertobat. Kalau ada yang perlu kita bereskan melalui pertobatan, maka segeralah lakukan. Pastikan kita berada di sisinya Tuhan dan bukan menjadi musuhnya Tuhan. Ingatlah, persahabatan dengan dunia ini menjadikan diri kita musuh Allah. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya.

Ujian iman merupakan sebagai salah satu berkat dari keselamatan kita dalam Kristus. Ujian iman bisa terjadi dalam hal kebutuhan keuangan, pergumulan, kelemahan kita, sakit penyakit, masalah keluarga, keadaan yang sepertinya kurang menguntungkan, bahkan sampai penganiayaan.

Ingatlah bahwa di tengah tantangan dan kesulitan di akhir jaman ini kasih karunia Allah memungkinkan kita mencari wajah-Nya dengan lebih bersungguh-sungguh dan menghasilkan ketabahan. Penderitaan menimbulkan ketekunan dan bukan membawa kepada keputusasaan, dan ketekunan itu menghasilkan sifat yang tahan uji dan tahan uji menghasilkan pengharapan penuh yang tidak akan mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus-Nya. Proses ini menghasilkan karakter yang dewasa dan matang dalam pengikutan kita akan Kristus Yesus.

“Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!
Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam” (Hagai 2:4-9).
Kemegahan bait suci yang kemudian akan melebihi kemegahan bait suci yang semula. Bait suci yang dimaksud adalah tubuh kita (roh-jiwa dan tubuh).
“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Kor. 3:16).

PENUTUP
Berbagai guncangan yang terjadi di dunia ini akan mengalirkan kekayaan bangsa-bangsa ke pihak Tuhan yaitu bangsa pilihan yaitu bangsa Israel dan kita sebagai Gereja adalah Israel rohani. Guncangan yang terjadi akan membuat Tuhan kembali diingat dan semakin dikenal, pertobatan jiwa-jiwa terjadi, pintu-pintu penginjilan terbuka, kemuliaan Tuhan disaksikan oleh bangsa-bangsa.

Setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa. Melalui guncangan, umat yang layak sedang dipersiapkan untuk menyambut Raja Kemuliaan, Raja segala raja, yang ada, yang sudah ada dan yang akan datang.
Dialah yang berhak memerintah dan mengatur segalanya dan selama-lamanya.
2 Korintus 4:16-18 : “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, karena Tuhan hendak menyatakan kemuliaan-Nya melalui kehidupanmu.

Other posts in Weekly Message: