JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN TUHAN By Ps. Nehemia L.

Home / Monthly Theme / JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN TUHAN By Ps. Nehemia L.
JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN TUHAN By Ps. Nehemia L.

“Pujilah TUHAN, hai jiwaku!  Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!  Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” 

Mazmur 103:1-2

 

Dalam hidup ini kita akan mengalami yang namanya tekanan-tekanan hidup, dan pada waktu Daud mengalami tekanan, ia dapat berkata kepada jiwanya untuk memuji Tuhan dan jangan lupakan kebaikan Tuhan.

Mazmur 103:1-14, “Dari Daud.  Pujilah TUHAN, hai jiwaku!  Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!  Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!  Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali, TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.  Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan kepada orang Israel.  TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.  Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.  Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.  Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.  Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.”

Kita harus sadar dari mana kita datang, dari mana asal kita pada waktu Tuhan memilih kita.

Mazmur 78:70-72, “Dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.  Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.”

Ada beberapa point yang dapat kita pelajari agar kita tidak lupa akan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Bagaimana Supaya Tidak Lupa:

  1. Belajar dari sejarah/pengalaman (Maz 78:1-72).

Maz 78:1-4, “Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.  Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.  Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.”

Tuhan berkata kepada Musa dan bangsa Israel untuk belajar dan sampaikan firman kepada anak-anak mereka agar jangan melupakan ajaran Tuhan.

ayat 11-19, “Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.  Di hadapan nenek moyang mereka dilakukan-Nya keajaiban-keajaiban, di tanah Mesir, di padang Zoan; dibelah-Nya laut, diseberangkan-Nya mereka; didirikan-Nya air sebagai bendungan, dituntun-Nya mereka dengan awan pada waktu siang, dan semalam suntuk dengan terang api; dibelah-Nya gunung batu di padang gurun diberi-Nya mereka minum banyak air seperti dari samudera raya; dibuat-Nya aliran air keluar dari bukit batu, dan dibuat-Nya air turun seperti sungai.  Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering.  Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.  Mereka berkata terhadap Allah: “Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?”

*) Lupa=lepas dari pada ingatan, tidak dipikirkan lagi, tidak sadar, lalai, tidak mengindahkan.

Firman Tuhan katakan jangan lupa memperkatakan Taurat Tuhan dan renungkanlah siang dan malam, dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan beruntung.

ayat 23-25, “sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya.  Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit, menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.”

  1. Berusaha sungguh-sungguh (2 Pet 1:5-11).

2 Pet 1:5-10, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.  Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.  Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.  Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.  Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.”

Kita berusaha dan mempunyai pilihan untuk melakukan dan memberikan yang terbaik.

  1. Perhatikan “waktu” memilih bagian yang terbaik (Luk 10:38-42).

Seperti halnya Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya, yaitu mendengar firman Tuhan, seringkali kita lupa dengan Tuhan karena terlalu sibuk dengan berbagai macam perkara.

  1. Fokus (berpusat), konsentrasi (keberanian, keteguhan, keuletan) & berhati-hati

(Ibr 12:1-4).

Kalau kita berfokus pada Tuhan bahwa mujizat akan terjadi maka itu akan terjadi dalam hidupmu.  Apabila kita fokus pada firman Tuhan, meski orang menjelekkan kita, kita tidak akan terpengaruh.  Berbahagialah orang yang fokus dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam.

  1. Bertindak hati-hati (Yos 1:7-9).

Tuhan berjanji kepada Yosua bahwa setiap tanah yang dipijak akan menjadi miliknya, seperti halnya Tuhan menyertai Musa begitu juga Tuhan akan menyertai Yosua, tetapi Yosua harus bertindak hati-hati.

Yos 1:7-9, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.  Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.  Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu?  Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

  1. Disiplin (seorang petani, prajurit, olahragawan; 2 Tim 2:3-7).

Seorang petani sabar menanti hasilnya, seorang olahragawan selalu berlatih dan tidak sembarangan memukul, fokus untuk meraih piala, dan seorang prajurit tidak kuatir akan hidupnya tetapi mengikuti perintah komandan.

  1. Renungkan firman siang dan malam (Maz 1:1-3).
  2. Unity di dalam doa (Kis 4:24-35).

Kis 4:24&29-31, 24Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya, Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.  29Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.  30Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” 31Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”

Pada waktu mereka berdoa bersama-sama, mereka penuh dengan Roh Kudus sehingga ada keberanian untuk memberitakan firman Allah.  Kadangkala di balik masalah itu ada rencana Tuhan, jadi jangan bersungut-sungut atau komplain dulu.  Dalam Roma 8:28 berkata Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah.

  1. Setia menolong orang lemah/miskin (Ams 21:13; 22:9; 28:27). Agar kita tidak pelit atau egois, mulailah menolong orang lain.
  2. Mengucap syukur dalam segala hal & berkorban (1 Tes 5:18).

Apa Yang Membuat Kita Lupa Akan Kebaikan Tuhan:

  1. Merasa nyaman/comfort zone (Dan 5:1-30; Ams 23:29-35).
  2. Kemalasan (Ams 19:15; 12:24; 26:14). Menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, suka menunda-nunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, hilang motivasi untuk melakukan pekerjaan.
  3. Kebodohan (Ams 16:22; 19:3).
  4. Masa bodoh, tidak berpikir panjang (1 Tim 3:1-4).
  5. Tidak sabar, memberontak (Bil 16:1-35).
  6. Mengandalkan kekuatan sendiri (Yer 17:56).
  7. Mulai hitung-hitungan (Mark 12:43-44). Jangan ukur Tuhan dengan uang.
  8. Kesombongan (Yak 4:6). Menghargai diri sendiri secara berlebihan, congkak, merasa paling hebat, dsbnya.
  9. Berubah setia/duniawi (Yak 4:4; Ams 24:1).

Ini adalah hal-hal yang membuat kita lupa akan kebaikan Tuhan.  Sebagai pelayan Tuhan kita harus hidup kudus, jangan sombong karena kita berasal dari debu tanah dan tetap rendah hati.

Jangan lupa sepanjang tahun 2017, kita sudah pernah ditolong oleh Tuhan, kita harus belajar dari pengalaman tersebut agar memasuki dan berjalan di tahun 2018 ini kita tidak melupakan kebaikan-kebaikan yang sudah Tuhan lakukan.

Biarlah di tahun 2018, tahun New Beginning, buang jauh-jauh keduniawian, kemunafikan, dan kita bertobat bersama-sama, berdoa bersama-sama maka kita akan melihat mujizat Tuhan dan berkat Tuhan yang berlimpah-limpah.  Amin.

 
Other posts: