IMAN ORANG BENAR MENENTUKAN KESELAMATAN KOTA DAN BANGSA

Home / Weekly Message / IMAN ORANG BENAR MENENTUKAN KESELAMATAN KOTA DAN BANGSA
IMAN ORANG BENAR MENENTUKAN KESELAMATAN KOTA DAN BANGSA

15 Januari 2017

Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu (Yeremia 5:1)

Keselamata suatu kota/bangsa bukan hanya kewajiban para rasul, gembala, penginjil, pengajar, diaken dan penatua saja tetapi tanggung jawab semua orang beriman pada Yesus Kristus. Kita tidak dapat berdalih dengan berbagai macam alasan untuk tidak mengambil bagian dalam meneruskan berita keselamatan ini, karena berita keselamatan dapat dilakukan dalam : doa pujian dan penyembahan, materi/ finansial, tenaga, waktu, menginjili secara langsung, menjadi garam dan terang (dengan menjadi pelaku firman) di manapun kita berada, seluruh talenta dan karunia, bahkan memberikan seluruh hidup kita agar Injil diberitakan dan jiwa-jiwa diselamatkan.

Bila penduduk suatu komunitas/daerah tidak meninggikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan maka akan mengalami kemerosotan di berbagai aspek kehidupan:
1. Krisis Leadership
2. Krisis Moral
3. Krisis Ekonomi
4. Krisis Sosial
Demikian juga suatu keluarga bila anggota keluarganya tidak menundukan diri pada Tuhan dengan beribadah secara teratur dan melakukan kehendak Tuhan maka keluarga tsb. Mengalami banyak permasalahan dan mudah di pecah belah dan di porak pondakan oleh si jahat.

Mari kita renungkan kehidupan Abraham. Abraham diberi perintah supaya mengajar seisi rumahnya:
Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.” (Kejadian 18:19).

Sikap iman Abraham sebagai orang benar yang patut diteladani oleh kita sebagai pribadi, sebagai pemimpin, di dalam keluarga inti dan keluarga besar, pekerjaan, usaha, pelayanan, di kota tempat kita tinggal atau di mana pun Tuhan menempatkan kita antara lain:
1. Abraham tidak hanya berdoa bersama seluruh keluarganya, tetapi juga mengajar mereka untuk takut akan Tuhan, mengenal dan melakukan kebenaran sesuai perintah Tuhan. Ia mengerti tentang arti covenant atau perjanjian dirinya dengan Tuhan dan Abraham memelihara itu dengan baik dan diteruskan kepada anak-anaknya – agar janji Allah dapat digenapi dalam hidupnya.

2. Abraham juga mengambil tanggung jawab melatih seisi rumahnya yaitu para hamba yang bekerja di rumahnya di mana mereka adalah hamba-hamba yang terlatih. Kita semua dipanggil Tuhan untuk menjadi pemimpin, memberi pengaruh, menjadi pelaku prinsip-prinsip Kerajaan Allah, menjadi terang dan garam di manapun kita berada. Pemimpin di keluarga, di tempat pekerjaan, di kumpulan pertemanan, di pelayanan, di lingkungan tempat kita tinggal atau di mana saja. Jadilah teladan dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan, dalam kesucian (1 Tim. 4:12). Selain itu pemimpin juga punya tanggung jawab berjaga-jaga atas jiwa orang-orang yang dipimpinnya (Ibrani 13:17) dengan mendoakan, menjadi teladan, menasehati, mengayomi, mendorong, memperhatikan, menopang. Sekali lagi, pemimpin itu bukan jabatan, melainkan tindakan iman yang berdasarkan kebenaran firman Tuhan untuk membawa nilai-nilai kerajaan Allah.

3. Abraham memenuhi tanggung jawabnya terhadap keturunannya. Ia mau supaya tidak hanya seisi rumahnya yang ada bersama dengan dia sekarang, tetapi juga cucu/keturunannya serta orang-orang yang dibesarkan di rumahnya harus hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, supaya pengenalan dan takut akan Tuhan tetap hidup dalam keluarganya setelah ia mati. Dalam covenant dengan Tuhan, Abraham melakukan apa yang menjadi bagiannya – agar Tuhan dapat memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya.

4. Abraham menggunakan apa yang dia ketahui dan apa yang ada padanya untuk keuntungan dan keselamatan orang lain. Ingatlah bahwa tujuan kita diberkati dengan berita keselamatan dan berkat-berkat kehidupan adalah untuk diteruskan kepada orang lain. Abraham paham bahwa dia punya kuasa dan otoritas untuk :
a. bersyafaat demi pengampunan, berkat dan keselamatan bagi orang lain
..”Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak. Sebab tadinya Tuhan telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.” (Kejadian 20:17-18).
“Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.” (Kejadian 19:29)
“Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak. 18Sebab tadinya Tuhan telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.” (Kejadian 20:17-18).
b. menaklukkan musuh untuk kelepasan bagi orang lain
.. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” .. (Kejadian 14: 18-20)
KESIMPULAN
Masa akhir jaman ini, dunia semakin gelap dan bertambah jahat. Dunia sudah memenuhi takaran kejahatannya dan semakin dekat kepada penghakiman Allah (seperti Sodom dan Gomora). Kuasa dan otoritas untuk mengubah atmosfir (Matius 16:19), untuk bersyafaat, untuk menjadi terang dan garam, untuk meneruskan kasih Allah dan berita keselamatan itu ada pada kita, orang-orang yang telah dipanggil dan dipilih. Gereja Tuhan yang terlebih dahulu harus dipulihkan dalam kekudusan dan berdiri di pihaknya Tuhan , agar dapat menjadi wadah dan saluran yang bersih untuk dapat dipakai Tuhan untuk rencana keselamatan bagi seisi dunia.
“Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka” (2 Tawarikh 7:13-14).
Janganlah menjadi gereja (secara pribadi ataupun secara gereja lokal) yang tertidur seperti Lot, yang lebih memilih kenyamanan dan tidak melakukan tanggung jawabnya sebagai orang percaya di mana Tuhan menempatkan kita. Bagi anak Tuhan yang memilih mempertahankan hidupnya dengan suam-suam kuku/ tidak sungguh-sungguh dengan Tuhan, justru akan kehilangan hidup yang sesungguhnya (Lukas 17:33).

Kesejahteraan atau kehancuran, berkat atau kutuk atas keluarga, kota atau bangsa tergantung dari apakah pemimpinnya punya roh takut akan Tuhan atau tidak. Yang terlebih dulu harus mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin adalah Gereja Tuhan. Gereja Tuhan bertanggung jawab membangun tembok perlindungan untuk melindungi keluarga, orang-orang kudus, jajaran pemerintahan, seluruh aspek kehidupan, komunitas, kota dan bangsa melalui doa syafaat, deklarasi membalikkan keadaan, pujian-penyembahan, pemberitaan Injil dan tindakan kasih.
Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya (Yehezkiel 22:30).
Kita pertahankan semua itu dari serangan dan tipu muslihat iblis. Setiap kita wajib memikul tanggung jawab membangun tembok-tembok perlindungan. God will raise up the mighty warriors, the mighty worshippers and the mighty intercessors of God.

Waktu semakin singkat, berdoalah supaya semua orang-orang kudus / Gereja Tuhan di seluruh dunia bangkit, terus berjaga-jaga dan memakai kuasa dan otoritas yang dari Tuhan untuk memimpin, mengendalikan, menentukan dan mengubah atmosfir di dalam segala hal – dengan pimpinan kuasa Roh Kudus. Amen.

Other posts in Weekly Message: