JADILAH ORANG YANG SETIA (By Ps. Nehemia L.)

Home / Monthly Theme / JADILAH ORANG YANG SETIA (By Ps. Nehemia L.)
JADILAH ORANG YANG SETIA (By Ps. Nehemia L.)

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.  Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” 

Yohanes 15:16 

Pesan Tuhan untuk bulan Oktober ini adalah: Jadilah Orang Yang Setia.  Banyak orang ikut Tuhan tetapi di tengah jalan ia kecewa dan putus asa, akhirnya ia tinggalkan Tuhan dan lari dari Tuhan.  Meski kita tidak setia tetapi Dia adalah Allah yang setia.  Ada harga yang harus kita bayar untuk setia. 

2 Tim 2:1-13, “Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.  Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.  Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.  Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.  Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.  Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.  Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.  Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.  Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.  Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.  Benarlah perkataan ini: “Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” 

Ada kesaksian dari jemaat di New Hampshire yang sedang mengurus surat asylum, di mana mereka juga harus melapor diri setiap tahunnya, dan ada beberapa ratus orang yang mengurus surat asylum-nya tidak diterima.  Saya menghimbau mereka agar doa puasa Esther selama 3 hari, lalu pada hari minggu saya berangkat ke Israel dan tetap mendoakan mereka.  Kemudian pada waktu saya kembali mendengar kabar bahwa mereka harus tetap pulang pada hari Rabu, dan saya katakan kepada mereka: “Kita harus fight sampai titik darah penghabisan!”  Lalu pada hari Selasa tiba-tiba ada sidang dari para pengacara Indonesia, di mana hasilnya mengatakan bahwa dari daftar nama-nama orang Indonesia yang akan dipulangkan itu, Hakim memutuskan tidak ada satupun dari mereka yang boleh dipulangkan.  Tuhan Yesus baik! 

Jemaat dari New Hampshire yang tadi mau dipulangkan ke Indonesia ini, suami isteri yang setia melayani Tuhan dan setia berdoa.  Saya tahu lewat 2 orang ini, seperti persembahan sulung, maka 70 orang Indonesia yang lain diselamatkan.   

Apa itu setia?  Setia = Berpegang teguh (pada janji, pendirian); Tetap teguh hati (dalam persahabatan). 

Kenapa kita harus setia (Yoh 15:16); Tuhan yang memilih kita, Tuhan yang menetapkan kita untuk menghasilkan buah. 

Yoh 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.  Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” 

Ini adalah ayat yang saya pegang pada waktu mau menjadi hamba Tuhan fulltime karena saya sempat ragu.  Jadi meski berada dalam tantangan dan masalah, ayat ini yang menguatkan saya bahwa Tuhan yang telah memilih saya dan Tuhan juga yang telah memilih kamu. 

Bagaimana untuk kita supaya setia? 

  1. Fokus pada pengorbanan Kristus (Ibr 12:1-4). 
  2. Tabah pada waktu diproses (2 Kor 4:22-29). 
  3. Setia pada perkara-perkara kecil (Mat 25:23). 
  4. Ukuran yang kamu pakai akan diukurkan kepadamu (Mat 7:2). 

Pada waktu saya di Bethlehem dan masuk melihat-lihat ke sebuah toko, kemudian Tuhan menyuruh saya untuk membeli sebuah mahkota duri, dan karena saya sedang melihat modelnya, tidak sengaja tertusuk dengan durinya yang membuat sekujur tubuh saya ikut merasakan sakitnya, mengingatkan saya akan pengorbanan Kristus. 

Ibr 12:1-4, “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengeliling kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.  Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.  Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.”   

Kita tidak usah kuatir, Tuhan pasti bela anak-anak-Nya, dan pada waktu kita diproses tetap tabah.  Yang harus selalu kita ingat bahwa kita ini melayani karena anugerah Tuhan. 

Mat 25: 23, “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.  Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” 

Kita harus ingat baik bahwa penderitaan yang kita alami sekarang tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang sudah Tuhan sediakan untuk kita, jadi tetap setia dalam hal-hal kecil, baik dalam melayani dan berdoa, baik dalam skala rumah tangga atau pelayanan, dsbnya.  Tidak usah kuatir kalau Tuhan yang suruh pasti Tuhan akan menyertai. 

Kenapa harus setia? 

  1. Tidak ada rencana-Mu yang gagal (Ayub 42:2). 
  2. Allah mereka-rekakannya untuk kebaikan (Kej 50:20). 
  3. Tidak berkesudahan kasih setia-Nya Tuhan. 
  4. Tak habis-habisnya rahmat-Nya baru setiap pagi. 
  5. Besar kesetiaan-Mu (Ratapan 3:22-23). 

Masih ingat kisah Ayub yang tetap setia dan kisah Yusuf, meski ia dijual dan masuk penjara tetapi ia tetap dapat mengatakan kepada saudara-saudaranya meskipun kamu mereka-rekakan yang jahat tetapi Allah mereka-rekakan yang baik. 

Kej 50:20, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” 

Allah mereka-rekakan yang baik untuk kita, tugas kita adalah setia, setia memberi dan menabur, Tuhan kita itu Tuhan yang hidup. 

Ratapan 3:22-23, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” 

ayat 31-36, “Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.  Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.  Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.  Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi, atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya?” 

Kalau kita diperlakukan tidak adil, mempunyai masalah dalam rumah tangga, atau kita sedang dalam pergumulan, masakan Tuhan tidak melihatnya?    

Gereja ini bisa tetap ada sampai sekarang, karena ada orang-orang yang setia, setia berdoa dan setia melayani.  Kenapa kita mesti kecewa, putus asa dan meninggalkan Tuhan?  Mujizat atau jawaban doa ada di depan mata kita, karena Tuhan melihat semuanya.  Karena itu tetap setia!  Amin. 

 

Other posts in Monthly Theme: