TUHAN SUNGGUH KUPERCAYA By Ps. Nehemia L.

Home / Monthly Theme / TUHAN SUNGGUH KUPERCAYA By Ps. Nehemia L.
TUHAN SUNGGUH KUPERCAYA By Ps. Nehemia L.

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.”   Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.”  Matius 8:13 

 

Pada waktu saya berdoa dan berpuasa untuk meminta pesan dari Tuhan, saya diperlihatkan gambar pelangi.  Dalam firman Tuhan, pelangi itu adalah tanda janji Tuhan kepada Nuh.  

Kej 9:8-17, Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.  Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.”  Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:  Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.  Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.  Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.  Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi.” 

Kalau kita percaya kepada Tuhan maka kita juga percaya bahwa semua janji-janji Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita. 

Ada sebuah kisah seorang ibu yang membawa anak laki-lakinya yang mempunyai 26 macam penyakit ke acara seminar KKR di Birmingham. Anak ini terlahir buta, tuli dan bisu, kedua tangannya cacat dan siku tangannya menempel dengan kakinya.  Selama KKR berlangsung itu tidak ada perubahan pada anaknya, sehingga ibu ini berkata kepada Evangelist R.W. Schambach kalau ia harus pulang karena uang yang dibawanya sudah hampir habis, hanya tersisa $20.  Tetapi ia menahan ibu ini untuk tinggal malam itu karena ada hamba Tuhan A.A.Allen akan datang melayani, akhirnya ibu dan anak ini tidak jadi pulang.  Lalu hamba Tuhan Allen menantang setiap orang yang hadir untuk menabur bagi pekerjaan Tuhan, persembahan iman yang belum pernah diberikan agar Tuhan membuat mujizat dalam hidup mereka.  Lalu ibu ini menaruh uang $20 miliknya ke dalam kantong persembahan itu.  Kemudian hamba Tuhan ini berkata ia mendapat penglihatan bahwa: Ia berada di dalam sebuah rumah sakit, ada bayi dan anak-anak menangis, dan saya melihat dokter dan seorang bayi lahir, di mana bayi ini mempunyai 26 macam penyakit, dan dokter mengatakan bahwa bayi ini tidak akan bertahan sampai usia 1 tahun.  Lalu hamba Tuhan ini berkata: Bawa kemari anak itu! Tuhan akan memberikanmu 26 mujizat!  Dan ibu ini berlari maju ke depan serta memberikan anaknya kepada hamba Tuhan tersebut untuk didoakan.  Pada waktu berdoa tiba-tiba lidah anak ini yang tadinya keluar, masuk ke dalam dan kembali ke tempatnya, dan matanya yang tadi berputar mulai berhenti, Tuhan menyembuhkan matanya, begitu juga dengan pendengarannya, dan terdengar suara dari tulang-tulangnya dan kaki dan tangannya mulai normal dan anak ini bisa berlari.  Mujizat masih ada! 

Setelah selesai KKR, orang-orang datang bersalaman dengan ibu ini dan memberikan uang kepadanya.  Bukan hanya anaknya disembuhkan tetapi juga Tuhan memberkatinya berlimpah-limpah.  Apa yang kita tabur pasti akan kita tuai. 

Kita tidak usah kuatir akan masa depan karena Tuhan yang akan menyertai kita, tetapi ada hal-hal yang membuat kita hilang percaya kepada Tuhan. 

Hal-hal apa yang membuat hilangnya kepercayaan kepada Tuhan: 

  1. Tidak sabar dan berlaku bodoh (1 Sam 13:11) Pada waktu Saul menjadi raja, dia tidak sabar dan tidak menunggu Samuel untuk melakukan persembahan kepada Tuhan,  sehingga posisi rajanya akan diambil Tuhan karena kebodohannya.  Dalam melayani kita harus sabar dan tidak perlu emosi. 
  2. Kesombongan (Amsal 6:16-19). Dalam kita melayani jangan sombong karena kita membutuhkan orang lain, dan dari sejak kita lahir sampai mati membutuhkan orang lain. 
  3. Ketidaktaatan (Roma 2:8). 
  4. Timbul keragu-raguan dalam hati (Luk 24:38). Keragu-raguan:  Dalam keadaan tidak tetap hati mengambil keputusan, dalam keadaan bimbang atau tidak stabil mengambil keputusan.  Contohnya: Thomas, murid Yesus. 

1 Kor 12:12-18, Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.  Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.  Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.  Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?  Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?  Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran?  Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?  Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendakinya.” 

ayat 24-26, “Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok.  Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”  

Kita adalah satu tubuh, satu keluarga berada di dalam satu payung, dan yang namanya keluarga pasti ada masalah dan ribut,  tetapi justru kalau ada masalah itu diatasi, karena besi menajamkan besi dan manusia menajamkan sesamanya. 

Kenapa Kita Harus Percaya: 

  1. God is Real (Maz 139:1-17).
  2. Dia Tuhan, Maha tahu, Maha hadir, Maha kuasa (Kel 3:14; Wahyu 21:5-6). 
  3. Tidak pernah berdusta (Bil 23:19). 
  4. Semuanya telah digenapi; Janji-Nya dipenuhi (Yos 23:14; Hosea 6:3). 

Yosua 23:14, Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana.  Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi.  Semuanya telah digenapi bagimu.  Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.” 

Tidak ada satupun janji yang tidak Tuhan tepati, semuanya digenapi.   Janji Tuhan adalah Ia merancangkan masa depan yang penuh harapan dan damai sejahtera untuk kita dan bukan rancangan kecelakaan. 

Siapa Orang Yang Dapat Dipercaya: 

a.) Orang yang lembut hati (Bil 12:3; Mat 5:5). Musa dikatakan orang yang paling lembut hatinya di muka bumi sehingga ia dipakai Tuhan.  Tuhan bukan mencari orang yang sempurna tetapi orang yang hatinya lembut dan mau dipakai. Lembut: lunak, halus dan mudah dibentuk, baik hati, halus budi bahasanya (santun), tidak bengis dan tidak pemarah. 

b.) Berani ambil “resiko” (Luk 1:38) Contoh lain adalah Maria, ibu Yesus.  Pada waktu malaikat datang dan mengatakan bahwa ia akan mengandung dan Maria berkata bahwa ia belum bersuami, tetapi ia mau mengambil resiko. 

Luk 1:37-38, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” 

Dalam kita melayani Tuhanpun ada resiko tetapi payung perlindungan Tuhan akan melindungi kita dan Tuhan berkata bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita dan akan menyertai kita sampai akhir zaman. 

c.) Orang yang benar dan menuruti firman Tuhan (Luk 1:6). 

d.) Orang yang berkorban (Luk 7:5). 

Luk 7:4-5, “Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” 

Seperti perwira ini selalu membantu pembangunan rumah ibadat orang Yahudi dan ia berkata kepada Tuhan cukup katakan sepatah kata  makanya hambanya akan sembuh, dan Tuhan Yesus sampai berkata bahwa iman sebesar ini belum pernah Aku jumpai pada bangsa Israel. 

Siapa orang yang dapat dipercaya?  Orang yang bisa berkorban.  Tuhan tahu apa yang sudah kita berikan dan korbankan untuk Tuhan.  

Bagaimana Supaya Terus Percaya: 

    1. Focus; Mata yang tertuju kepada Yesus (Ibr 12:2-4). Kita melakukan dengan mata tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang dengan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia. 
    2. Never Forget; Kebaikan/Pengalaman dengan Tuhan (1 Sam 17:32-37). Pada waktu Daud menghadap Goliat, meski ia kecil tetapi ia tahu bahwa ada Roh Tuhan yang di dalamnya yang akan mengalahkan Goliat.  Ia berkata Tuhan yang telah melepaskannya dari cakar singa dan beruang, Dia juga yang akan melepaskannya dari tangan orang Filistin itu.  Goliat datang dengan tombak dan lembing tetapi Daud mendatanginya dengan nama Tuhan semesta alam, Allah barisan Israel. 
    3. Strong Commitment; Pelayanan dan rencana Tuhan (Rut 1:15-18). Rut mempunyai komitmen yang kuat, pada waktu Naomi hendak pulang ke kampung halamannya, bahkan Rut berkata kepada Naomi: Ke mana engkau pergi, ke situ juga aku pergi, bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana. 
    4. Pray & Fasting; Tanpa keraguan (Mat 17:21). Kisah tentang orang yang sakit ayan, dan murid-murid Yesus bertanya mengapa mereka tidak dapat menyembuhkannya, dan Yesus menjawab jenis ini hanya bisa dengan berdoa dan berpuasa. 
    5. Give Thanks; Apa yang engkau miliki & dalam segala hal (1 Tes 5:18). Bersyukur dengan apa yang ada pada kita, masing-masing kita memiliki talenta yang Tuhan berikan, dan apa yang kita miliki berikan itu kepada Tuhan, maka percayalah kepada Tuhan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.  

Kita pernah ditolong oleh Tuhan, pernah disembuhkan oleh Tuhan, pernah diberkati,  doa kita dijawab dan kita mengalami banyak mujizat dari Tuhan.  Tuhan yang sama juga akan menolong kita hari ini.  Amin. 

Other posts in Monthly Theme: