Pengorbanan dan Kekudusan (by Ps. Nehemia L.)

Home / Monthly Theme / Pengorbanan dan Kekudusan (by Ps. Nehemia L.)
Pengorbanan dan Kekudusan (by Ps. Nehemia L.)

 

 

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.”

 Ibrani 10:12-14

Apa tujuan kita melayani? Kita harus mengerti mengapa kita melayani Tuhan, supaya kita bersemangat dan melayani Tuhan dengan roh yang menyala-nyala.

Mengapa Kita Melayani Tuhan:

  1. Kita dipilih oleh Tuhan.  (Yohanes 15:16-17).
  2. Kita dihormati Bapa yang di Sorga.Jadi setiap kita mengambil bagian dalam pelayanan, kita dihormati Bapa.Yohanes 12:25-26, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.  Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.  Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”
  3. Kita diurapi dengan minyak urapan (bisa bertahan lama). (Baca: Keluaran 30:22-33). Dikatakan minyak yang dipakai Musa untuk mengurapi dan menguduskan para pelayan Tuhan adalah minyak khusus dan special, yang digunakan secara turun-temurun

Pentingnya kita mengerti arti pengurapan, karena kalau kita tidak mengerti semuanya sia-sia datang pengurapan. Mungkin saudara bertanya: Bagaimana caranya saya dapat hidup kudus di zaman sekarang dan hidup di Amerika?

Saudara, pada saat menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, saat itu juga Roh Kudus tinggal dalam hidupmu dan saudara dikuduskan, dibenarkan, dipilih dan diurapi oleh Tuhan.

Bagaimana Caranya Hidup Kudus?

  1. Mata yang tertuju hanya kepada Yesus. (Ibrani 12:2)
  2. Ingat akan pengorbanan Tuhan Yesus. (Ibrani 12:3)
  3. Hati yang mengerti dan mau taat. (Mat 13:15). {Ingat Bani Korah yang tidak taat (Bilangan 16:27-35)}.
  4. Pilihan untuk pilih. (Ulangan 30:11-20)
  5. Terus menerus dilakukan dengan PPW. (Yohanes 4:23-24)

Banyak para Imam jatuh dalam dosa percabulan, perzinahan, dll.  Tetapi selalu ada pengharapan dalam Tuhan, datang kepada Tuhan dan minta ampun pada Tuhan, tetapi kalau kita sudah tahu dosa dan tetap berbuat dosa terus, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa.  Kekudusan itu harus dikejar.

Mungkin di tahun 2014 ini, saudara merindukan hal-hal seperti: punya usaha sendiri, punya surat, punya istri/suami dan anak, rumah tangga yang rukun, bisa mengatur waktu dan uang dengan baik, ingin hidup lebih baik dari kemarin, ingin sehat selalu, dan seisi keluarga diselamatkan.

Kemarin saya mendapat penglihatan: Sebuah tiang pancang, kemudian tiang pancang itu ditekan/ditumbuk oleh sebuah beban ke bawah, setelah itu saya melihat sebuah bangunan tinggi.

Saya bertanya Tuhan, apa pengertian rohani dari penglihatan ini?  Dan Tuhan bilang: Kadang kala tekanan datang itu tidak enak, pada saat kita ditekan itu tidak enak, tetapi justru kita sedang membangun dasar yang kuat, iman kita membangun dasar yang kuat.  Pada waktu angin yang datang itu besar tetapi bangunan itu akan tetap kokoh karena tiang pancang yang dibangun itu kuat dan kokoh.

Karena itu Tuhan berkata kalau kita hidup dalam kekudusan, maka kita akan tetap kuat bersama Tuhan, dan pengurapan ini akan mendorong saudara.

Bagaimana Caranya Bisa Berkorban:

  1. Menyadari Tuhan yang menyediakan benih bagi penabur (2 Kor 9:10).
  2. Setelah “sembuh” (diberkati), persembahkanlah persembahan kepada Tuhan (Mat 8:1-4).
  3. Terus setia dan taat berkorban walaupun di tengah “kekeringan” (Kej 26:1-33).

Matius 8:1-4, “Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”  Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya.  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Jadi jangan lupa, setiap kali kita ditolong, disembuhkan oleh Tuhan, kembalikan rasa syukur kita kepada Tuhan, datang kepada Tuhan dan berterima kasih dan membawa korban kepada Tuhan.

Kejadian 26, Ishak di negeri orang Filistin.  Timbullah kelaparan di negeri itu maka Ishak pergi ke Gerar, ia mau kembali ke Mesir, tetapi Tuhan berkata untuk tetap tinggal di sana, dan Tuhan memberkati.  Lalu Ishak menggali sumur-sumur yang digali pada zaman Abraham, ayahnya tetapi para gembala Gerar bertengkar dengan gembala Ishak, dan Ishak menamai sumur itu Esek.  Ishak tidak membalas mereka tetapi ia mengalah dan mencari tempat lain dan menggali lagi.

Seperti binatang landak itu harus hidup bersama teman-temannya dan di tubuhnya terdapat duri-duri, dan untuk tetap bertahan hidup, mereka harus berdekatan/berpelukan meski tubuh mereka berduri, supaya ada kehangatan.  Dan pada waktu berdekatan/menempel rasanya sakit dan ada darah, tetapi mereka dapat bertahan hidup lebih lama.

Dalam hal pelayanan, kita juga tidak perlu bertengkar, jangan saling menyalahkan, jangan menyalahkan pemimpin, karena justru dalam pelayanan itu ada gesekan-gesekan supaya kita dapat tahu kelebihan dan kekurangan kita dan dapat bertahan lebih lama.

Kesimpulan:

  • Diawali dengan hidup dalam kekudusan. (Kel 40:1-15).
  • Bersemangat. (Amsal 15:13; 17:22; 18:14).
  • Jangan menjadi lemah dan putus ada. (Ibrani 12:3-6).
  • Jangan bodoh. (Amsal 16:22; 27:22; Ayub 5:2; Mat 25:2; Efesus 5:17).
  • Jangan kikir/pelit. (1 Kor 5:10-11; 6:9-10).
  • Hidup yang mau dipimpin oleh Roh Kudus.
  • Mau unity = perlu kerendahan hati.
  • Mau ditegur dan dinasehati (mau bekerja bersama-sama).
  • Bertindak hati-hati.

Ibrani 12:15, “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Kalau orang sudah mempunyai akar pahit, segala sesuatu yang dipikirkan, dibicarakan semuanya pahit, biasanya orang seperti ini akan membuat kerusuhan yang akhirnya mencemarkan banyak orang.

Di tahun 2014 ini, jangan bertengkar lagi, jangan marah-marah lagi, karena di Firman Tuhan katakan orang yang suka marah-marah itu orang yang bodoh, supaya tidak bodoh lagi harus belajar.

Kalau kita pernah mengalami kebaikan Tuhan di tahun 2013, maka Tuhan yang sama juga akan menolong dan menyertai hidup kita.  Biarlah di tahun yang baru ini kita mau dibentuk, punya iman yang kuat bersama dengan Tuhan, mau hidup kudus dan dipimpin oleh Roh Kudus, mau berkorban dan melayani Tuhan dengan roh yang menyala-nyala, maka upah dan berkat akan menyertai kita dan pintu-pintu akan dibukakan oleh Tuhan.  Amin.

 

Other posts in Monthly Theme: